Microsoft Perpanjang Masa Jual XP ‘Konsumen nggan Upgrade Vista’

Menanggapi keluhan konsumen mengenai sistem operasi terbarunya, Windows Vista, yang kurang kompetibel, Microsoft memutuskan untuk memperpanjang penjualan Windows XPyang rencananya akan dihentikan pada 30 Januari 2008. Vendor yang berbasis di Redmont, Washington tersebut akan memperpanjang masa transisi dari XP ke Windows Vista dan akan menghentikan penjualan XP pada akhir Juni 2008.

Keputusan Microsoft ini diambil setelah menerima respon dari pada vendor komputer yang memberitahukan bahwa tidak sedikit konsumen mereka yang masih ingin membeli Windows XP. Selain enggan memakai Vista lantaran kompatibilitasnya yang kurang baik dengan program maupun perangkat keras yang lama, pelanggan juga mengeluh soal persyaratan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem baru tersebut.Untuk bisa menggunakan Vista, mereka harus melakukan banyak upgrade terhadap komputer lamanya.

Biasanya, Microsoft membiarkan sistem lamanya tersedia untuk konsumen selama dua tahun begitu sistem operasi yang baru diperkenalkan. Tapi khusus untuk Vista, merekaingin memperpendek masa adaptasi tersebut menjadi satu tahun saja. Perusahaan piranti lunak tersebut agaknya sangat optimis dengan Vista. Ya wajar saja, karena hingga akhir Juni lalu, mereka telah menjual lebih dari 60 juta lisensiVista.

Sumber: Tabloid PC Plus Edisi 294

Advertisements

‘WORM SAMURAI’ Intai Komputer Anda

Worm baru yang meminjam karakter komik Samurai X, Kenshin Himura alias si Battosai, berhasil dideteksi oleh Vaksin.com. Hal tersebut disampaikan Vaksin.com lewat e-mail yang dikirimkannya. Oleh Vaksin.com, worm ini dinamai sebagai W32/Autorun.AD.

Worm ini, menurut Vaksin.com, lumayan merepotkan. Ia aktif di Safe Mode dan Safe Mode with Command Prompt. Ia akan mengganti background komputer korbannya dengan gambar si Battosai.W32/Autorun.AD tidak memblokir program Windows, seperti task manager, regedit, dan msconfig. Ketika aktif, ia akan berjalan sebagai proses tanpa ikon apapun mewakilinya.

Dalam sistem komputer yang terinfeksi, ia akan membuat beberapa file duplikat dengan beragam nama-Vel.exe, Ngsys.exe, rvhost.exe, system31.exe, userint.exe, windxp.exe, dan winzipt.exe. Semua file duplikat tersebut tidak memiliki ikon, berukuran 91Kb, berjenis file ikon, dan berekstensi.exe. Untuk menyamarkan tipe filenya, ia akan membuat string pada registry. Pun ia akan membuat dua file duplikat lain, yakni autorun.ini dan desktop.ini.

Sebagai informasi, worm Battosai memanfaatkan fitur autoplay (autorun) pada Windows. Dengan begitu, ia mudah menyebar pada disket, flash disk, atau removable disk lainnya.

Sumber: Tabloid PC Plus Edisi 294 

Menyelamatkan Data dari CD Rusak

Jika Anda memiliki data yang tersimpan dalam CD dan ternyata tidak dapat dibaca oleh CD ROM PC Anda, maka CD data Rescue ini dapat dijadikan alat untuk menyelamatkan data tersebut. Kegagalan pembacaan CD, baik itu dalam lingkup CD recordable (ICD-R) ataupun CD Rewriteable (CD-RW) dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah karena lapisan tempat menyimpan data dalam CD tersebut tergores, rusak, kotor, atau cacat. Selain pembakaran CD menggunakan CD-Writer, juga dapat menyebabkan gagalnya proses pembakaran CD tersebut. Versi trial CD data rescue dapat Anda download dari http://www.naltech.com.

Kelebihan versi terbaru, versi 2.0 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah telah tersedianya wizard ini proses perbaikan CD bisa lebih cepat. Anda tinggal mengikuti langkah-langkah yang ditunjukan dalam wizard tersebut. Tetapi jika Anda ingin mengoptimalkan semua fitur yang ada, kita harus menggunakannya secara manual. Yang perlu diperhatikan sebelum Anda memulai proses tersebut adalah jangan lupa untuk membersihkan permukaan CD tempat menyimpanan data sebersih mungkin. Karena dengan adanya kotoran, debu, atau bahkan sidik jari pun akan mengganggu proses recoveri data. Jika tidak ada caira CD cleaner, Anda dapat juga membersihkan CD dengan menggunakan sabun lembut yang dicampur dengan air, kemudian dikeringkan dengan lap yang lembut. Cara mengelapnya juga tidak boleh sembarangan, jangan sekali-sekali mengelap dengan cara memutar, tetapi dengan langsung dari bagian dalam (pusat) ke bagian luar (ujung).

Continue reading

KNOW – HOW ‘Untuk WLAN Dengan Area Kecil, Cukup Menggunakan WEP’

WEP (Wired Equivalent Privacy) merupakan metode enkripsi WLAN berupa kunci enkripsi 64 bit atau 128 bit yang sudah cukup lama digunakan. Sayangnya, belakangan ini ditemukan adanya kelemahan algoritmaWEP yang memungkinkan orang luar yang tak berhak dapat mengakses WLAN Anda seolah-olah pengguna yang sah. Pada tahun 2003 FBI menunjukkan bagaimana orang dapat menerobos enkripsi WEP melalui internet dengan tool seadanya dan dalam waktu beberapa menit saja. Oleh karena itu, coba gunakan alternatif WPA atau WPA2.

Selain itu, selalu ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh WPA atau WPA2. Sebagai contoh, Anda memiliki laptop yang sudah lama atau memiliki perangkat WLAN yang hanya dapat dioperasikan dengan WEP. Hal ini bisa juga terjadi pada komputer yang menggunakan sistem operasi Linux, yakni driver untuk adaptor WLAN hanya dapat bekerja dengan WEP saja.

Continue reading

KASPERSKY ‘Kombinasi Proteksi dan Kemudahan Pemakaian’

Nilai plus ekstra yang dimilikinya adalah kemampuannya mendeteksi virus dalam file archive dengan password. Kelemahan utamanya adalah dalam beberapa kasus tertentu, software ini masih memperbolehkan Anda menjalankan file yang terinfeksi. Hal ini dapat dihindari dengan mengubah setting deteksi untuk File Anti-Virus secara otomatis menghentikan access dan memasukan file ke karantina.

Untuk tambahan perlindungan, pastikan Anda juga mengaktifkan heuristics untuk File Anti-Virus yang secara default tidak aktif. Satu nilai tambah lain yang akan dihargai oleh banyak pengguna adalah beban prosesor yang rata-rata lebih kecil dibandingkan Norman Virus Control.

KAV (Kaspersky Anti Virus) juga menawarkan perlindungan menyeluruh – selain web traffic monitoring (terutama untuk Internet Explorer). Anda juga dapat mengawasi semua network port atau mengatur sendiri port. Software ini telah didukung e-mail client populer Outlook, bahkan alternatif seperti TheBat! dan Mozila Thunderbird.

Sumber: Majalah Chip Spesial Security

NORMAN Virus Control ‘Proteksi Total Tanpa Kompromi’

Dengan konfigurasi default, Norman Virus Control (NVC) terbukti tidak hanya mendeteksi semua virus yang dicoba, tetapi benar-benar tidak memperbolehkan file yang terinfeksi diakses. Setting default yang digunakan cukup ketat, sebagian besar pengguna kemungkinan besar tidak perlu lagi mengubah konfigurasi default software ini. Hal ini memang diperlukan karena Norman bukanlah software yang mudah digunakan, terutama bila Anda pengguna awam. Untuk power user yang memerlukan perlindungan ekstra, ada beberapa setting tambahan yang Anda bisa ubah.

Perlindungan yang diberikan sangat komprehensif. Selain file, NVC akan menscan komunikasi email dan instant messaging. Anda juga terlindungi dari berbagai macam adware dan spyware – Norman tidak secara eksplisit menyebutkan perlindungan terhadap rootkit, dialer dan phishing.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah beban prosesor. Dengan sistem menggunakan Core 2 Duo yang berjalan 2,8 Ghz, saat melakukan full scan software ini mencapai peak usage 50 persen. Untungnya, fungsi realtime protection-nya tidak seberat itu.

Info: http://www.norman.com 

Ada Apa dengan Vista

Sebagian orang mungkin bertanya, apa sebenarnya yang ditawarkan oleh Vista dari segi keamanan bila dibandingkan dengan Windows XP. Berikut ini beberapa feature keamanan yang ditawarkan Vista dan tidak tersedia di Windows XP.

Windows Service Hardening

Feature ini adalah jawaban Microsoft atas begitu mudahnya virus dan malware lainnya menyusup sebagai proses, startup item, atau menumpang ke komponen Windows seperti Explorer di Windows XP. Dengan Windows Service Hardening, semua proses; berbagai service Windows, komponen-komponen lain maupun berbagai menu item yang di-instal oleh software third party, tidak bisa ‘ditumpangi’ virus-sebuah trik yang sering kali digunakan virus adalah me-load dirinya ke memori setiap kali Anda me-restart Windows.

Cara Windows Service Hardening melindungi Vista sebenarnya cukup mirip dengan WPA. Windows Service Hardening menyimpan setiap ‘image’ service dan komponen Windows. Saat sebuah komponen atau service dijalankan, ia akan membandingkan file yang akan dijalankan dengan image dalam database. Bila kedua file tersebut tidak sama, Windows Service Hardening akan menghentikan eksekusi komponen atau service tersebut.

Continue reading