‘HATI-HATI SAAT BERGANTI PONSEL’

memilih-handphone.jpgPengguna telepon selular (ponsel) di Indonesia yang gemar gonta- ganti handset boleh bersenang hati. Pasalnya, di negeri ini ponsel dijual terpisah dari operator sehingga siapa pun boleh berganti ponsel sesering yang ia mau. Lagipula, penggunaan kartu SIM (Subscriber Identity Mobile) yang dapat dipindah-pindahkan membuat berganti ponsel tidak harus berubah nomor.

Saat berganti ponsel, tentu saja Anda dihadapkan pada masalah; mau dikemanakan ponsel yang lama? Pilihannya, bisa di jual atau tukar tambah untuk mendapatkan Ponsel baru. Pilihan lain-jika ponsel tersebut punya kenangan khususnya punya kenang-bisa saja disimpan. Siapa tahu jika lain waktu ingin digunakan kembali.

Nah, jika Anda termasuk orang yang gemar gonta-ganti Ponsel seperti ini, berikut yang gemar gonta-ganti ponsel. Jika Anda berniat untuk tidak menjual Ponsel yang lama, simpanlah dengan baik pada tempat yang aman. Akan lebih baik jika Anda masih menyimpan kardus, buku manual, dan aksesories pendukung. Semakin lengkap bagus pula harganya saat dilego di pasar seken. Sebelum menyimpannya, pastikan Anda telah melepaskan baterai.

Menyimpannya dengan baik juga menghindarkan Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan terutama jika Anda punya anak kecil. Di Amerika, seseorang yang meletakkan ponsel yang sudah tidak terpakai secara sembarangan sempat berurusan dengan Polisi gara-gara anak kecilnya tanpa sengaja menemukan Ponsel tersebut dan memencet nomor telepon bantuan darurat.

Maraknya pengguna cerdas yang dapat membuat berbagai data penting membuat Anda harus lebih berhati-hati agar data Anda tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Pastikan Anda telah memindahkan semua data penting; seperti daftar kontak, ring tone, dan wallpaper favorit, berkas-berkas kerja ke tempat yang aman di komputer atau kartu memory, atau langsung ke Ponsel baru yang akan digunakan.

Setelah yakin semua data telah dipindahkan, hapuslah data yang terdapat pada Ponsel lama. Pastikan Anda menggunakan perintah “erase all” atau malah melakukan hard reset pada personal digital data asisstant (PDA) pada seri tertentu ketimbang menghapus secara manual satu persatu. Jangan lupa juga untuk menghapuskan call history yaitu nomor-nomor yang dihubungi atau menghubungi ponsel Anda serta pesan-pesan SMS, MMS, dan e-mail.         

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.